Tulisan
 Komentar

Archive for the 'Ekonomi Migas' Category

Bisnis hulu migas merupakan bisnis yang sarat dengan risiko dan ketidakpastian. Oleh karenanya, analisis risiko bisnis migas menjadi penting untuk dilakukan oleh calon investor. Ada dua metoda yang biasa dipakai dalam melakukan analisis risiko ini, yaitu Analisis Sensitivitas dan Simulasi Monte Carlo. Analisis sensitivitas digunakan untuk mengamati pengaruh perubahan parameter yang mempengaruhi keuntungan terhadap keuntungan […]

Menghitung keekonomian lapangan migas (baca: kontrak bagi hasil) memang gampang-gampang susah. Dibilang gampang, karena formulanya sudah ada dan tinggal kita ikuti saja flow perhitungannya. Karena begitu “gampang”-nya, sampai-sampai ada dosen Teknik Perminyakan yang menganggap bahwa ilmu Ekonomi Migas hanya berurusan dengan masalah tambah-kurang-kali dan bagi. Dibilang susah, karena siapapun yang telah sering menghitung akan tetap […]

Selama migas masih terus dicari dan dieksploitasi di negeri ini, sepertinya pembicaraan tentang bagi hasil migas akan terus menjadi topik yang menarik. Apalagi UU Migas No. 22 tahun 2001 telah mengukuhkan sistem Kontrak Bagi Hasil sebagai default bentuk Kontrak Kerja Sama dalam pengusahaan migas, sepanjang belum ditemukan kontrak alternatif yang lebih menguntungkan bagi negara daripada […]

Banyak orang yang bertanya-tanya mengapa harus ada cost recovery segala dalam kontrak perminyakan? Padahal cost recovery ini rawan penyelewengan dan susah mengontrolnya, kata mereka. Pada saat rame-ramenya kasus lumpur Lapindo Brantas, saya pun ditanya hal yang sama oleh kolega di Ditjen MIGAS. Dengan intonasi yang berapi-api dia berkata, kenapa kontrak perminyakan kita mesti pakai cost […]