Obral Wilayah Kerja
November 27th, 2007 by ipw
Setelah dilelang untuk kedua kalinya dalam paket 26 blok yang diumumkan pada tanggal 30 Oktober lalu, blok Cakalang West Natuna, Kerapu Blok West Natuna, Baronang, Cucut West Natuna, dan Dolphin kembali tidak diminati investor. Tahun 2006 lalu 5 blok ini juga tidak laku dijual. Kelihatannya wilayah Natuna menjadi kue yang tidak menarik untuk diperebutkan para investor. Sejarah Blok Natuna D Alpha dengan segudang masalah teknisnya, yang sempat mengundang kontroversi, mungkin menjadi pertimbangan penting investor.
Pemerintah (Ditjen Migas) kelihatannya sudah tidak punya jurus lain untuk membuat laku kelima blok tersebut, selain mengobralnya. Kemasannya adalah lelang bagi hasil. Siapa yang berani memberikan bagi hasil “paling menguntungkan” buat negara, dialah pemenangnya (Baca: Pemerintah Akan Tenderkan Bagi-Hasil Lima Blok Migas, Antara).
Istilah “paling tidak merugikan” buat negara, mungkin lebih pas digunakan dalam konteks ini ketimbang istilah “paling menguntungkan“. Istilah “paling menguntungkan” bisa menjebak kita, karena seolah-olah obral bagi hasil ini adalah langkah yang menguntungkan bagi negara, padahal dengan obral bagi hasil sudah jelas bahwa negara akan rugi dan ingin meminimalkan kerugian tersebut. Satu hal yang perlu dicermati dalam obral bagi hasil ini, jangan sampai kita terjebak oleh sikap “daripada tidak” untuk mendapatkan investor yang berani mengoperasikan kelima blok tersebut.
Hayo,…Anda berani ngasih berapa???
Wallaahu a’lam
