Suara Baru Indonesia (Oleh-Oleh Pesta Blogger 2007)
Oktober 28th, 2007 by Abdul Kadir
Alhamdulillaah…”Pesta Blogger 2007” berjalan dengan lancar, meskipun sang chairman masih belum percaya (?). “Selamat Mas Enda,… Anda telah sukses memimpin acara ini. Selamat juga untuk teman-teman panitia yang lain.“, kata-kata itulah yang bisa saya sampaikan kepada Mas Enda setelah akhir acara. Saya menangkap sorot mata keikhlasan dan kebanggaan terpancar dari sosok Enda Nasution, wallaahu a’lam… Pesta Blogger kemarin menjadi momen pertama saya bertemu dengan seorang Enda, salah seorang blogger senior yang turut mengilhami kehadiran saya menjadi blogger pendatang baru Indonesia Petroleum Watch. Sayang sekali, kemarin saya belum sempat ketemu dengan Mas Priyadi, blogger senior yang juga mengilhami kehadiran saya sebagai seorang Blogger.
Meskipun acara ini dikemas dengan nama yang terkesan hedonis & berbau hura-hura karena menggunakan istilah “Pesta”, ternyata hasilnya luar biasa. Tadinya saya tidak percaya, ada sesuatu yang berharga yang akan saya peroleh dari acara “pesta” ini. Ternyata, apa yang saya lihat dan rasakan langsung dari kegiatan ini memberikan spirit cukup besar bagi saya sebagai seorang blogger pendatang baru. Ada 3 (tiga) hal yang bisa kita dapatkan dari acara ini, khususnya bagi saya selaku blogger pendatang baru:
- Ditetapkannya tanggal 27 Oktober 2007 sebagai “Hari Blogger Nasional” oleh Bapak Muhammad Nuh selaku Menkominfo
Tanpa acara ini rasanya tak mungkin jika “ujug-ujug” Pak Menteri menetapkan tanggal 27 Oktober 2007 sebagai “Hari Blogger Nasional”. Pada saat negara tetangga kita Malaysia menganggap Blogger sebagai musuh Pemerintahnya, pembohong/pemfitnah yang harus disingkirkan dan ditangkap tanpa alasan yang jelas, Pemerintah Indonesia justru menganggap Blogger sebagai entitas bangsa yang dapat membawakan “suara baru Indonesia”. Suara-suara dari mainstream media yang selama ini mendominasi “kebenaran publik” dirasakan masih teramat kurang dan perlu diperkuat oleh entitas lain, yang selama ini lebih dikenal dengan “suara bawah tanah” dari para Blogger. Suara para Blogger inilah yang diharapkan menjadi “suara baru Indonesia”, yang turut dijadikan rujukan bagi masyarakat untuk mendapatkan “kebenaran publik” tersebut. Sebagai seorang Blogger saya merasa bersyukur, karena cepat atau lambat suara saya dan para Blogger lainnya akan diperhitungkan oleh mainstream media. - Visi, Misi, dan tujuan para blogger
Para Blogger akan menyampaikan sesuatu dengan cara yang berbeda dengan mainstream media. Di sinilah keunikan mereka! Mereka bebas memilih topik, menentukan waktu tayang, membuat isu, dan mengungkapkan gaya penulisannya. Karena Blogger memiliki independensi yang sangat kuat, tidak seperti mainstream media (baca: bergantung pada iklan), betapapun yang mereka tulis sangat tidak berkualitas mereka tidak akan pernah menutup blognya selama masih menginginkannya. Dengan percaya diri seorang Blogger akan berkata: “Saya akan tulis apa yang saya mau, silakan baca jika anda menginginkannya“. Oleh karenanya kualitas isi dari sebuah blog akan sangat ditentukan oleh visi, misi, dan tujuan pribadi para Blogger itu sendiri. Satu hal yang akan saya pegang terus dari pesan Mas Wimar Witoelar dalam diskusi kemarin, “Jangan takut salah, untuk berani menulis blog!”. - Kekuatan blogger
Setelah mengikuti “Pesta Blogger 2007″ kemarin, saya semakin yakin bahwa Blogger akan menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan secara politik di negeri ini. Kalau sekarang ini terdapat 120.000 Blogger di seluruh Indonesia dan masing-masing Blogger memiliki minimum 100 orang anggota komunitas yang setia, berarti sudah ada 12 juta orang Indonesia yang terikat secara emosional melalui jaringan virtual tersebut. Coba bayangkan kalau tahun depan kita berhasil membangun Blogger-blogger baru sehingga mencapai angka 1 juta blogger sebagaimana yang diharapkan Pak Muhammad Nuh, betapa dahsyat dampaknya. Apalagi jika sebagian besar Blogger negeri ini didominasi oleh orang-orang yang mempunyai komitmen tinggi, untuk menjadikan bangsa ini besar dan dihormati!
Wallahu a’lam
Foto-foto terkait :
Berpose sebelum Berangkat dari Bandung ke Jakarta
Suasana di Luar Ruang Acara
Mejeng sebelum Acara dimulai
Peserta dari Poso diberi kesempatan Bicara oleh Mas Wimar W.
Ini dia para panelisnya…
Suasana peserta di koridor tengah…
Selesai makan langsung berpose…
Lapar euy…
Ini dia yang “meracuni” blogger lain mengenai “Current Issue”
Berpose dulu ah… dengan Mas Amal












Wah, kayaknya bagus acaranya. Sip lah. Satu prestasi yang patut dicatat dalam sejarah. Indonesia jangan terkenal korupsinya doang dong. Tapi juga keterbukaan informasi, kemajuan demokrasi, dan kebebasan ber-ekspresi.
mantabbb
Mas Harri, selamat datang di blog saya…
hore…ada photo sayah…hehehe
kok udah lama nggak diupdate bos?