Analisis Sensitivitas v.s. Simulasi Monte Carlo
October 18th, 2007 by Abdul Kadir
Bisnis hulu migas merupakan bisnis yang sarat dengan risiko dan ketidakpastian. Oleh karenanya, analisis risiko bisnis migas menjadi penting untuk dilakukan oleh calon investor. Ada dua metoda yang biasa dipakai dalam melakukan analisis risiko ini, yaitu Analisis Sensitivitas dan Simulasi Monte Carlo. Analisis sensitivitas digunakan untuk mengamati pengaruh perubahan parameter yang mempengaruhi keuntungan terhadap keuntungan secara terpisah/independen. Sedangkan simulasi Monte Carlo digunakan untuk mengamati pengaruh perubahan parameter yang mempengaruhi keuntungan terhadap keuntungan secara simultan.
Parameter yang perlu diamati menggunakan kedua metoda tersebut di atas adalah investasi, operating cost, produksi, dan harga. Dengan Analisis Sensitivitas, pengaruh perubahan keempat parameter tersebut hanya dapat diamati satu-persatu secara terpisah/independen. Pada saat kita ingin melihat pengaruh perubahan investasi terhadap keuntungan (indikator keuntungan), maka parameter lainnya (operating cost, produksi, dan harga) harus kita asumsikan tetap. Hasil analisisnya kita peroleh berupa spider diagram atau diagram laba-laba, karena bentuknya memang mirip Mr. Laba-laba. Grafik keempat parameter tersebut akan berpotongan pada kondisi base case (100%).
Untuk melihat pengaruh perubahan lebih dari 1 (satu) parameter sekaligus (investasi, operating cost, produksi, dan/atau harga), metoda yang bisa kita gunakan adalah Simulasi Monte Carlo. Dengan simulasi Monte Carlo, kita dapat melihat pengaruh perubahan keempat parameter tersebut sekaligus secara simultan. Hasil analisisnya akan kita peroleh berupa grafik distribusi frekuensi.
Gambar-1 Analisis Sensitivitas Investasi & Produksi
Gambar-2 Simulasi Monte Carlo Investasi & Produksi
Contoh Hasil Analisis Sensitivitas dan Simulasi Monte Carlo ditunjukkan oleh Gambar-1 dan Gambar-2 di atas. Contoh tersebut menggambarkan pengaruh perubahan 2 (dua) parameter, yaitu investasi dan produksi terhadap keekonomian prospek migas menggunakan kedua metoda. Pada Gambar-1 kita hanya dapat melihat pengaruh perubahan dari masing-masing parameter saja terhadap indikator NPV, POT, dan IRR. Perubahan nilai investasi dari 75% - 125% hanya dapat dilihat pengaruhnya, jika parameter produksi diasumsikan tetap 100%. Demikian pula sebaliknya. Pada Gambar-2 kita dapat melihat pengaruh perubahan kedua parameter sekaligus secara simultan. Pengaruh perubahan nilai investasi dan produksi pada range 75% - 125% dapat diamati sekaligus secara simultan, dengan tampilan hasil berupa distribusi frekuensi. Keputusan ekonomi dapat langsung kita peroleh berdasarkan hasil simulasi Monte Carlo, berupa nilai minimum, maksimum, mean, dan most probable masing-masing indikator dari distribusi tersebut.
Anda setuju?
Wallahu a’lam


