Tulisan
 Komentar

Dalam dunia investasi/bisnis kita sudah sering mendengar istilah kepastian, risiko, dan ketidakpastian. Sebagian besar orang mungkin sudah punya persepsi sendiri tentang kepastian, risiko, dan ketidakpastian. Secara visual istilah kepastian, risiko, dan ketidakpastian tersebut diilustrasikan oleh John R. Canada, William G. Sullivan, dan John A. White dalam bukunya “Capital Investment Analysis for Engineering and Management“. Mereka mengilustrasikannya dengan gambar di bawah ini.

Gambar-1. Perbedaan Kepastian, Risiko, dan Ketidakpastian

Dari gambar di atas kepastian diilustrasikan oleh probabilitas 100% keberhasilan dari sebuah proyek/investasi. Risiko diilustrasikan oleh sebuah distribusi frekuensi yang menggambarkan probabilitas atas berbagai kemungkinan hasil yang akan diperoleh dari sebuah proyek/investasi. Sedangkan ketidakpastian diilustraikan oleh ketidakjelasan distribusi frekuensi yang menggambarkan probabilitas atas berbagai kemungkinan hasil yang akan diperoleh dari sebuah proyek/investasi.

Risiko dan ketidakpastian dalam setiap keputusan investasi/bisnis disebabkan oleh banyak kemungkinan. Beberapa diantaranya yang penting adalah sebagai berikut:

  • Kurang memadainya jumlah informasi mengenai investasi sejenis
    Karena kurangnya jumlah informasi tentang investasi sejenis, perencanaan bisnis/investasi menjadi kurang representatif sehingga dapat berisiko dan menimbulkan ketidakpastian.
  • Bias data dan penilaiannya atas data tersebut
    Data dan penilaiannya yang bias dapat membuat perencanaan bisnis/investasi menjadi kurang akurat, sehingga dapat berisiko dan menimbulkan ketidakpastian.
  • Perubahan kondisi ekonomi, sehingga pengalaman masa lalu menjadi tidak valid
    Proyeksi masa depan biasanya dibuat berdasarkan data-data yang tersedia pada masa lalu. Jika data-data ini langsung digunakan tanpa ada penyesuaian, padahal data tersebut sudah tidak valid, akan berisiko.
  • Kesalahan interpretasi data
    Kesalahan interpretasi bisa terjadi jika faktor-faktor yang mendasarinya terlalu kompleks, sehingga hubungan antara satu dan banyak faktor untuk memutuskan sesuatu tidak dipahami dengan baik.
  • Kesalahan analisis
    Kesalahan dapat terjadi dalam analisis karakteristik teknis operasi proyek ataupun dalam analisis implikasi keuangan proyek.
  • Ketersediaan bakat manajerial dan perhatiannya
  • Kemampuan mengamankan investasi
    Alasan utama dalam menilai risiko adalah dapat diperolehnya kembali komitmen investasi jika proyek, dengan alasan kinerja atau lainnya dilikuidasi. Ketika keamanan investasi berkurang, risiko dan ketidakpastian menjadi lebih tinggi.
  • Keusangan/kadaluwarsa
    Perubahan dan perkembangan teknologi yang begitu cepat merupakan karakteristik dari ekonomi. Semakin cepat perubahan dan perkembangan teknologi, menyebabkan produk/karya yang dihasilkan lebih cepat kadaluwarsa. Kadaluwarsa yang relatif cepat dapat menimbulkan risiko dan ketidakpastian.

Satu hal yang perlu kita camkan, semakin tinggi derajat ketidakpastian dan risiko sebuah investasi, return yang akan diperoleh semakin tinggi. Jangan berharap return yang tinggi, dari sebuah investasi yang “pasti”. Jangan percaya pada tawaran investasi, yang menjanjikan return tinggi yang “pasti”. Jangan mau menerima tawaran investasi dengan risiko dan ketidakpastian tinggi, jika return yang dijanjikan tidak tinggi.

Tapi ingat, jangan sampai anda gigit jari karena tergoda investasi ingin mengharapkan return yang tinggi… Eee, uangnya malah dibawa lari… Hati-hati…! Pikir berkali-kali…! Tanya yang ahli… Hihihi…

Anda punya pendapat lain?

Wallahu a’alam…

One Response to “Kepastian, Risiko, dan Ketidakpastian (Certainty, Risk, & Uncertainty)”

  1. on 10 Des 2007 at 10:41 am alfredo pakpahan

    saya tertarik dengan ketidakpastian tentang suatu proyek atau investasi… mungkin saudara bisa menolong saya apakah saudara tahu ada buku yang khusus membicarakan masalah ketidakpastian proyek?? kalo bisa yang berbahasa Indonesia… atau website juga ga papa…

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply